Membunuh Mitos dan Penyederhanaan Sejarah Penyebab Impian Palsu

21 Apr

Membunuh Mitos dan Penyederhanaan Sejarah Penyebab Impian Palsu

oleh : Fajar Sastrowijoyo

dari kecil kita sering dijejali dengan cerita2 mitos dan penyederhanaan fakta
yang ajaib oleh orang tua, guru, dan akhir2 ini MOTIVATOR2 yang membuat kita
berpikir bahwa ada keajaiban di dunia dan dunia ini seperti negeri dongeng, ada
keajaiban di dunia yang membuat semua orang bisa menjadi apapun yg mereka
inginkan tanpa kecuali. Dan cerita2 tersebut tersebar luas dan akhirnya banyak
dipercaya sebagai FAKTA yang dapat digunakan untuk membela diri terhadap
kekurangan diri sendiri. Nah, karena sekarang kita sudah besar, maka saya akan
mengulas beberapa mitos yang sebenarnya palsu itu. Mari kita mulai dari

1. Ide bisa muncul begitu saja secara ajaib

from istockphoto.com
Cerita : Newton menemukan teori gravitasi karena kejatuhan apel.

semua orang pasti pernah mendengar cerita ini dari pertama kali belajar
gravitasi waktu guru SD/SMP kita menerangkan dengan bersemangat bagaimana teori
ini ditemukan :
di suatu hari yang cerah, Newton duduk di pekarangan universitas Cambridge,
mungkin sembari melihat2 gadis2 inggris menikmati musim panas, waktu tiba2
sebuah apel jatuh mengenai kepalanya. Dan EUREKA!! dari apel ajaib itu tiba2
keluarlah ide tentang gravitasi dan secara ajaib keluarlah rumus F=G(m1*m2)/r2
yang merevolusi ilmu pengetahuan.

All because of one silly apple,,,, dan cerita ini sering kali dipakai oleh
motivator2 untuk mengatakan bahwa Anda juga dapat mendapat ide cemerlang besar
tiba2 yang dapat mengubah hidup Anda.

The truth is, cerita tentang apel tidak pernah didengar dari Newton sendiri.
Cerita apel jatuh ini pertama kali ditemukan di Elements de la Philosophie de
Newton karangan Voltaire, dipublikasikan tahun 1738, 11 tahun setelah
meninggalnya Newton dan 73 tahun setelah apel yang disebut2 itu jatuh. Kita
tahu bahwa jaman dahulu cerita2 seperti ini sering dimasukkan untuk menambah
efek dramatis dari sesuatu yang benar2 terjadi, untuk menarik pembaca tentu
saja, sesuatu yg tidak pernah berubah dari media. Dan kita tahu bahwa Voltaire
bukan seorang scientist, dia adalah seorang filsuf, yang, tentu saja mahir
mendramatisir cerita.

Sumber kedua adalah biografi Newton oleh William Stukely, yang ditulis tahun
1752 (27 tahun setelah Newton meninggal), dalam 27 tahun setelah kita
meninggal, seseorang yang populer bisa saja mendapat jutaan cerita mitos yang
salah satunya diambil sebagai fakta.

Menurut saya, inilah yang sebenarnya mungkin terjadi. Kita tahu bahwa Galileo
Galilei memulai revolusi teori gravitasi sejak awal abad 17, mengubah pandangan
manusia bahwa percepatan gravitasi tidak dipengaruhi oleh berat benda. Mulai
sejak itu, semua matematikawan yang tertarik dengan gravitasi mencoba membuat
teori2 baru tentang gravitasi. Newton adalah salah satunya. Beliau mulai
tertarik memikirkan gravitasi di akhir 1660an, dan dari penelitian dan kerja
keras selama 20 tahun (yeah 20, keep it in mind), akhirnya pada 1687 dia menjadi
orang pertama yang mengeluarkan teori gravitasi universalnya yang terkenal itu.

Jadi Newton adalah orang yang memikirkan sesuatu dengan serius dan bekerja
keras menyempurnakan teorinya, bukan orang biasa yang entah gimana tiba2
mendapat ide karena kejatuhan apel dan menulis teorinya dalam waktu singkat.
Mau tahu seberapa keras kerjanya? Newton bekerja terlalu keras dan pada akhir
hidupnya menjadi agak aneh dan eksentrik. Setelah meninggal, otopsi menemukan
bahwa tubuhnya mengandung terlalu banyak merkuri, yang mungkin disebabkan oleh
ketekunannya mengerjakan penelitian tentang alkimia. Hal inilah yang mungkin
menyebabkan keanehan perilaku dalam akhir hidupnya.

Kenapa cerita2 tentang kerja keras ini kurang mendapat perhatian dibanding
cerita apel? Well,, people like dramas and magic,, and instant success. Semua
orang sukaBedah Rumah dan Uang Kaget kan?

or this one,, from hindi.tv

2. Tidak bisa matematika? Kamu tetap bisa menjadi scientist handal!

from forum.xcitefun.net
Cerita : Einstein pernah dianggap tolol karena tidak paham matematika

Saya sering sekali mendengar alasan ini dari teman2 setelah mengerjakan ujian
matematika. Bahwa semasa kecil di Wurttemberg, Einstein sering gagal dalam
matematika dan seperti tidak mengerti. Sepertinya hal ini menjadi dasar bahwa
“oh, ok, saya memang nggak bisa ngerjain ujian tadi,, tapi dulu Einstein pun
juga begitu, kan? jadi santai saja, kalau Einstein bisa menjadi seorang
Einstein, saya juga bisa menjadi seorang sejenius dan sesukses Einstein!!”

The truth is, tidak pernah ada bukti yang mendukung klaim ini. Cerita ini tidak
jelas berkembang dari siapa dan akhirnya masuk ke kolom “Ripley’s Believe It or
Not!” Dan saat itu Einstein masih hidup, sehingga waktu seseorang menunjukkan
kolom itu, dia tertawa dan berkata,

“I never failed in mathematics. Before I was fifteen I had mastered differential
and integral calculus.”

Holy Shit. Differential and integral calculus. Mengerikan.

Einstein never failed math. Bahkan ia adalah math prodigy,, mathematical genius.
Bagi semua orang yang pernah mengenyam pendidikan SMA, semua tentu tahu
diferensial, dan beberapa yang cukup pandai mungkin juga mempelajari konsep
integral. 2 konsep yang sangat susah sehingga banyak orang tidak mau masuk
teknik karena takut akan mempelajarinya lagi. Hell, saya orang teknik dan saya
butuh 1 tahun di universitas untuk benar2 mengerti apa itu diferensial dan
integral, dan itu belum masuk ke multiple integral, stokes theorem, Gaussian
surface, integral of differential forms,….. ok saya berhenti sebelum Anda
muntah.

Einstein mempelajari semuanya sebelum 15 tahun, dan sebelum 12 tahun dia sudah
membuktikan sendiri bahwa teorema pythagoras itu benar, menggunakan teori yang
dia ciptakan sendiri.

Whew. Umur 15 tahun di Indonesia adalah masa SMP. Jaman senang2nya bermain2,
ngeband, pacaran, mencoba memalak, rokok, alkohol, dan ganja, berantem, jadi
pentolan, mencoba berpakaian seperti Kurt Cobain, Jeremy Thomas atau that girl
in Meteor Garden, menonton film porno untuk pertama kali, dan mungkin
bermasturbasi. Kalau ada yang belajar integral dan diferensial di umur segitu?
I’m sure he’ll be bullied by big scoundrel kids and people will call him,
“FREAK!!!!”

Saya yakin belum ada di antara teman2 saya yang mengerti apa itu diferensial
dan integral saat SMP. Saat itu mungkin kita semua masih meraba2 aritmatika dan
geometri dasar, dan belum pernah mendengar kata “integral” kecuali nama game
Metal Gear Solid : Integral.

3. Tidak perlu sekolah untuk menjadi pengusaha sukses yang menciptakan sesuatu

from www.2dayblog.com
Cerita : Bill Gates dan Steve Jobs putus sekolah

Aahhh, cerita favorit motivator2 bisnis dan pemberontak2 yang bilang sekolah ga
penting ^^

Tidak perlu saya ceritakan di sini. Semua orang di abad 21 yang dapat membaca
pasti sudah pernah mendengar cerita panjang bagaimana Bill Gates dan rivalnya
Steve Jobs putus sekolah dan membuat 2 perusahaan paling berpengaruh di awal
abad 21.

This story is true, but usually greatly oversimplified. Mereka melupakan
beberapa detail penting di cerita2 tersebut dan hanya menggambarkan, “Tuh,
orang ga kuliah bisa sukses dan jadi salah 1 yang terkaya di dunia.” Ya. You
can. But read this first.

Bill Gates adalah seorang jenius. Di kelas 8 (sekitar umur 13-14, kalau di
Indonesia mungkin baru SMP), Gates mulai memprogram komputer di sekolahnya
menggunakan bahasa BASIC. Dia bersama 3 temannya dipekerjakan oleh Computer
Center Corporation (CCC) untuk menemukan bug dalam software mereka. Dia
menggunakan waktu ini untuk mempelajari bahasa2 FORTRAN, LISP, dan machine
language. Di umur 17, Gates membuat traffic counter menggunakan prosesor Intel
8008.

Tahun 1973 dia mengikuti SAT (UAN di amerika) dan mendapat nilai 1590 dari 1600
(lihat betapa jeniusnya dia, kalau dikonversi ke NEM berapa tuh nilainya
hahaha). Dia mendaftar Harvard dan di tahun pertama dia sudah dapat membuat
algoritma baru yang sangat cepat dan menjadi versi tercepat dari algoritma itu
selama 30 tahun. Berbekal semua pengetahuan ini dia membuat perusahaan bernama
Micro-Soft. Mungkin satu2nya yang masa kecilnya lebih jenius dari itu hanya
orang ini:

from www.forevergeek.com

Well, bagi yang mengerti komputer, kemampuan dia di tahun 1973 di usia 18
tahun mungkin sudah melebihi engineer2 komputer lulusan S1 jaman sekarang. Dan
itu 1973. Ingat. 1973.

Rivalnya, Steve Jobs, hampir sama. Waktu SMP dan SMA, dia sudah dipekerjakan
oleh Hewlett-Packard sebagai pegawai musim panas. Dan walaupun dia berhenti
kuliah, dia tetap mendatangi kelas2 kuliahnya dan mempelajari berbagai macam
hal. 2 tahun setelah itu, dia sudah dapat diterima sebagai teknisi di Atari.

Dengan pengetahuan jauh melebihi sarjana S1 seperti itu, tentu saja mereka dapat
membuat sesuatu tanpa mengikuti kuliah. Mereka putus kuliah karena mereka sudah
bisa membuat sesuatu yang besar dan mengubah dunia. They are geniuseswith
dedication and work-hardiness.

Yup, memang benar tidak perlu sekolah tinggi2, tetapi dengan catatan, Anda harus
mempunyai suatu keahlian yang jauh lebih tinggi dibanding lulusan sekolah tinggi
yang harus dipupuk dari kecil. Mereka menghabiskan liburan musim panas dengan
mengutak-atik komputer. Apa yang kita lakukan di liburan panjang akhir tahun
SMP selain pergi bermain bersama teman2, baca komik, main PES atauWinning
Eleven, pacaran, ngeband, pelesir ke Bali dan mencari2 film porno orangtua?
(which is pretty new and interesting at those age) ^^

Tapi ada cerita yang lebih ekstrim lagi yang sering juga dipakai:

from 3.bp.blogspot.com

Cerita Kedua : Thomas Alfa Edison putus sekolah

Edison yang dianggap idiot dan hanya bertahan 3 bulan di SD, menjadi seorang
pengusaha dan ilmuwan handal yang menemukan bola lampu, phonograph, motion
picture camera, dll, membuat industrial research laboratory pertama, mematenkan
1093 paten di US, dan mendirikan perusahaan2 yang salah satunya masih bertahan
sebagai perusahaan besar di masa ini, General Electric (GE).

Seems like magic? No. Big NO.

Edison dianggap idiot karena dia memang menderita kelainan. Beberapa orang
modern mendefinisikannya sebagai ADD (ADHD-PI), namun pada intinya dia tidak
bisa diam, selalu bertanya, dan jarang fokus pada suatu hal karena terlalu
banyak yang dia ingin tahu (sounds genius now instead of stupid?). Akhirnya
walaupun tidak sekolah, ibunya mengajarinya sendiri di rumah. Membelikan Edison
buku2 seperti “School of Natural Philosophy” dan “The Cooper Union” yang
ilmunya jauh melebihi umurnya. Ini mengakibatkan Edison memahami ilmu
pengetahuan dengan luas dan dalam tidak seperti anak2 seusianya. Edison sudah
mempunya laboratorium penelitian mini waktu masih kecil

The young wizard from 3.bp.blogspot.com

Dan cerita tentang penemuan bola lampu? Well, jarang sekali ada yang menekankan
betapa keras dan beratnya kerja Edison untuk itu. Sebenarnya Edison bukanlah
yang pertama menemukan bola lampu, namun dia menyempurnakan desain dan
materialnya sehingga menjadi bola lampu yang murah dan dapat digunakan dengan
nyaman. Prosesnya melingkupi mencoba berbagai macam bahan dan desain untuk
sumber cahayanya, prosesnya lebih kurang seperti “trial and error” berdasar
teori2. Yup. Edison menggunakan lebih dari 3000 teori untuk percobaan2nya. Dan
setelah 2 tahun penuh perjuangan akhirnya menemukan kombinasi yang tepat.
Carbonized bamboo filament. Filamen bambu terkarbonasi.

Now, untuk orang2 yang pernah merasakan dunia riset, semua pasti tahu
prosesnya. Dalam meneliti sesuatu, kita menggunakan beberapa teori (baca:
paper), biasanya 2 sampai 4 paper dan mencoba2 teori2 itu selama beberapa bulan
dan mungkin tahun. Kalau beruntung sukses, kalau sial ya gagal. Nah, sekarang
bayangkan Edison yang menggunakan 3000 paper untuk mengerjakan penelitiannya
dalam 2 tahun saja. Kita tidak dapat membaca 3000 paper dalam 2 tahun tanpa
ekstasi atau ganja dan high setiap hari. Oh, well, maybe he did that to succeed!

Good Conclusion

Jadi setelah membaca semua cerita di atas, dan menyadari bahwa bahkan sampai
sekarang kita tidak bisa mengerjakan kalkulus, tidak bisa mendapat NEM nyaris
sempurna atau bekerja di Hewlett-Packard semasa SMP atau SMA, apakah kita akan
menyerah pada nasib dan menerima menjadi “orang biasa”?

Well, Anda melupakan kata2 terbanyak kedua setelah mitos di artikel ini. Kata2
kedua terbanyak itu adalah bekerja keras (see? I put a lot of those). Darimana
Newton mendapat teori tentang gravitasinya? Kerja keras selama 20 tahun.
Darimana Gates mendapat semua ilmunya tentang komputer? Kerja keras mempelajari
komputer dari kecil. Darimana Einstein memperoleh supremasi matematika dan
fisika? Mempelajari matematika dengan tekun dari kecil. Darimana Edison
menemukan bola lampu? 3000 teori dalam 2 tahun. Try that.

Walaupun hal2 tersebut mungkin akan menghilangkan beribu2 kesenangan masa
remaja kita. Apakah kita pernah mendengar bahwa Bill Gates adalah anak gaul
yang fashionableyang berpakaian seperti Marlon Brando? Or that Einstein had many
girlfriends or was a womanizer/playboy? Surely we never heard Edison smokin
marijuana and get wasted. Kita tidak pernah mendengar Steve Jobs bermain game
setiap hari di liburan, dan Newton bahkan tidak pernah mempunyai seorang istri
seumur hidupnya. But if you feel that the success and glory is worth the
sacrifice, there’s a good advice:

If you like something, anything it is, and you dedicate your life to it,
struggle hard, work hard, it will worth something in the end.

Catatan : Saya tidak merekomendasikan mati karena keracunan merkuri. Dan saya
tidak merekomendasikan memaksa anak Anda mengerti integral dan diferensial
sebelum umur 15. Don’t. Akan berakibat buruk pada kehidupan sosialnya dan rasa
percaya dirinya.

Salam,
Fajar Sastrowijoyo,
CBNU, Korea
Alumni Elektro ITB 2004

15/04/2011 17.16 Korea Standard Time

Sumber:
www.wikipedia.com
www.cracked.com
http://scitechno.wetpaint.com/page/Newton-Gravity+%26+the+falling+apple%3F%3F%3F
http://www.time.com/time/2007/einstein/3.html
http://www.fi.edu/learn/sci-tech/edison-lightbulb/edison-lightbulb.php?cts=electricity

***banyak orang yang menanyakan ini, jadi jawabannya silakan share artikel ini
ke mana pun,, mari belajar bersama2🙂 ***
dan link ke tulisan yg sama di wordpress.
http://sastrowijoyo.wordpress.com/2011/04/15/membunuh-mitos2-dan-penyederhanaan-sejarah-penyebab-impian-palsu/
enjoy🙂
Thanks and best regards,
Fajar Sastrowijoyo
M.S. Candidate, Power Electronics Lab
Chungbuk National University
South Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: