21 v.s. Blitzmegaplex

9 Mar

Panji Prabowo

http://pastipanji.wordpress.com

==========================

Building Physics Lab.

Engineering Physic Dept.

Bandung Institute of Technology

==========================

“the most beautiful thing is to see a person smiling,

and even more beautiful is knowing that you’re the reason behind it”

sumber : http://www.facebook.com/notes/widyawan-widarto-%E9%97%98%E5%BF%97/21-vs-blitzmegaplex/196794617007194

Tolong bagi siapapun yang membaca, baca sampai akhir..

Maaf sebelumnya,

Pertama saya tidak bermaksud untuk menghina/mempromosikan suatu pihak, tetapi ada baiknya kalau kita tahu fakta dari apa yg sebenernya terjadi ketika beredar isu film2 hollywood mau ditarik oleh MPA (Motion Pictures Association)..

seperti yang kebanyakan masyarakat ketahui :

Pemerintah berencana menaikkan Bea Masuk Film-Film Impor dalam waktu dekat (ini bagian bohongnya), MPA keberatan akan hal tersebut dan akan menarik film-film hollywood yang beredar/akan beredar (ini bagian yg diboongin).

Tetapi, jangan berburuk sangka dulu dengan pemerintah kawan2, suasana ini memang sengaja diciptakan agar masyarakat dan sineas perfilman menyalahkan pemerintah, bukan si “biang kerok” sebenernya.

Setelah banyak orang klarifikasi kesana dan kemari, akhirnya ketemu juga si “kucing garong” dari masalah ini.

Yang sebenarnya terjadi:

1. Bea Masuk Film Impor ada 3 komponen:

Bea masuk per copy, royalty, dan bagi hasil. Bea ini dari dulu segitu-gitu aja kok, gak pernah berubah dari jaman dulu dan sesuai dengan aturan internasional yg berlaku dari WTO (World Trade Organization). Tapi kok isunya bea masuk ditambah lagi?mari kita beranjak ke poin 2.

2. Pihak bioskop 21 a.k.a. XXI Cineplex itu dari tahun 1995 hanya bayar yg namanya bea masuk per copy saja.

2 biji bea yang lain mereka gak pernah bayar. Biasalah waktu itu mafia pajak berjaya banget tuh, empunya 21 kan masih antek2nya soeharto, tinggal suap2 dikit ke oknum pajak dan cukai beres lah. Orang jujur di pajak dan cukai mau narik pajaknya, si 21 punya bekingan banyak. Susah-susah, ya sudah dosa tanggung sendiri lah ya.

3. Saat ini, SBY memberi instruksi untuk menata ulang mengenai perpajakan film.

Dirjen pajak lalu membuka lagi luka (maksudnya catetan lama) dan menemukan bahwa terdapat kejanggalan, yaitu pihak 21 tidak pernah membayar bea royalty dan bagi hasil, dari tahun 1995. Kalo diitung berapa negara rugi udah ga bisa keitung tuh kayaknya. Nah, kok bisa baru saat ini SBY memberi instruksi buat menata ulang mengenai perpajakan film? selidik punya selidik ternyata yg punya 21 (yg antek2nya soeharto itu baru aja meninggal), jadi pemerintah akhirnya punya power buat ngorek ni “penggelapan” pajak dari 21.

4. Jumlah tunggakan 21 begitu besar (saya tidak tahu nominalnya berapa, tapi kita pikir2 lewat logika saja ya)

Wajar saja karena udah “ngacir” bayar dari 2 bea dari tahun 1995. Nah, tentu aja mereka kalang kabut dan bingung dari mana bisa bayar tunggakan segitu besar. Lalu diantara bingung gak bisa bayar dan tentunya “udah kadung” males bayar, akhirnya mereka membuat isu kenaikan biaya import film dan menyebabkan MPA mau menarik semua film yg beredar/akan beredar. Mereka menggunakan kita, sineas, dan masyarakat pecinta film hollywood dengan memprovokasi kita agar membenci pemerintah dan menyalahkan pemerintah atas kebijakan menaikkan biaya impor film.

5. 21 sedang melakukan politik adu domba

Antara masyarakat pecinta film hollywood, sineas dan pemerintah sedang diadu domba. 21 akan terus membangun opini masyarakat bahwa film hollywood akan ditarik dari peredaran hingga nanti terjadi kesepakatan antara dirjen bea cukai yang membuat harga tiket naik, masyarakat akan menganggap hal tersebut adalah kesalahan pemerintah.

Nah, udah jelas kan sekarang yg salah siapa?

—————————————————————————————————————————

Sumber dan Bukti :

http://filmindonesia.or.id/post/deddy-mizwar-rudy-sanyoto-meluruskan-masalah-film-impor

http://www.beacukai.go.id/news/readNews.php?ID=1631&Ch=02

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7196392

—————————————————————————————————————————

Gak seru kalo cuma segini bahasannya, mari kita lihat sebenernya grop 21 itu “kucing garong” yang seperti apa :

info aja nih gan..

dari sodara ane yg maen sama cendana :

– isu ini keluar setelah pemilik 21 sudwikatmono meninggal. seakan-akan 21 yg asuhan orde baru kehilangan taringnya.

– isu ini yg pertama kali ngeluarin secara resmi si 21 yg diwakili oleh Noorca Masardi selaku juru bicara pihak 21 Cineplex.

– ini permainan politik.

dari orang dalem blitz megaplex :

– selama ini film holywood yg beredar di indonesia 90% distributornya di pegang oleh CAMILA. camila sendiri mempunyai anak perusahaan lagi. dan camila ini anak perusahaan 21.

– holywood sendiri keberatan dengan monopoli distribusi film oleh camila. tapi agar blitz megaplex bisa mendapatkan jatah distribusi film yang sama, holywood minta supaya blitz megaplex minimal punya 100 layar. oleh karena itu blitz megaplex berkembang pesat.

– pihak blitz megaplex tetep adem ayem dengan isu ini. terbukti akan segera me-launch blitz megaplex CYBER PARK BEKASI yang renacananya soft opening 2 maret 2011.

kesimpulan sementara dari analisa ane :

– sudah lama 21 gak bayar pajak, karena di backing oleh orde baru.

– ketika sudwikatmono meninggal, pemerintah merasa punya power buat narikin pajaknya.

– 21 merasa kecolongan, makanya nggeluarin isu itu.

– dan karena pajaknya mo ditarikin, 21 lagi ngebahas masalah harga tiket. kemungkinan harga tiket akan dinaekin.

– sementara, dengan harga tiket yg setara dgn harga tiket blitz, orang2 akan beralih ke blitz. karena service nya diatas 21. baik itu service crew nya maupun service secara audio visual. itu yg ditakuti oleh 21.

– 21 dan blitz sudah terang2an perang terbuka.

——-

– ketika blitz megaplex buka pertama kali di PVJ (bandung) waktu itu untuk premiere nya film indonesia. ane lupa judulnya. waktu itu mau ada konfrensi pers segala untuk film tersebut. tapi kurang dari beberapa jam sebelum acara, acara tersebut dibatalkan. knp??????? semua tentu kecewa. ternyata, produser film tersebut mendapat telfon dari 21. dengan ancaman, kalo sampai film itu premiere di blitz, 21 gak mau nayangin film itu di semua jaringan bioskop 21. tentunya, produser ngerasa rugi donk. boro2 mau untung, balik modal aja enggak! yakan??

– semenjak itu mulai lah perang terbuka antara 21 vs blitz megaplex.

– blitz megaplex langsung ke US buat import film2 box office, tapi apa daya, salah satu syaratnya minimal blitz harus punya 100 layar. nah akhirnya setelah melakukan nego dengan distibutor film yg benama CAMILA (anak perusahaan nya 21) blitz dapet film2 holywood dgn catatan, blitz harus nayangin film2 holywood yg 21 juga nanyangin.

– nah dari situ terlihat kan betapa curangnya 21 dengan CAMILAnya. nah yg jadi polemik sekarang ini adalah :

– 21 itu milik sudwikatmono.

– sudwikatmono itu sodaranya suharto.

– suharto penguasa orde baru.

– sudwikatmono baru saja meninggal.

– dengan meninggalnya sudwikatmono, pemerintah baru punya power buat narikin pajak yg dari tahun 95 gak dibayar.

– kenapa dari 95 pajak nya gak bayar??siapa yg berani di jaman itu sama suharto?? mau tinggal nama doank??

– trus pas suharto ude lengser kok, pajaknya gak ditarik juga?? siapa yg mo narik?lembaga,pemerintahan dan segalanya masi orang2 suharto.

trus pas ude ganti presiden sampe brp kali, kok gak ditarik juga? semua sepakat, masi menghormati suharto sampe dia meninggal.

– trus kan suharto ude meninggal, kok gak ditarik juga?? lagi2 masi ada yg namanya gak enakan. sampe yg punyanya meninggal baru deh pada berani.

– trus kenapa keluar isu ini? kalo sampe pajak ditarik, 21 gada duitnya. jadinya, musti naekin harga tiket.

– nah mereka bikin isu dulu..hoiiii film holywood gak bisa masuk ni..bla..bla..bla..

– nanti orang2 yang mau nonton film holywood bilang..yaudah deh..gapapa tiket naek, asal bisa nonton. 21 menang! untuk blitz sendiri kenapa adem ayem dan coming soon nya masi film2 holywood karena klo sampe 21 gak punya uang buat ambil tuh film2 dari US, blitz langsung brangkat ke US buat ambil tuh film tanpa melalui CAMILA lagi.

udah pada ngerti blm????????

ini semua permainan politik 21. jangan mau dibodohi..

(credits to : gakbrenti – kaskus.us)

Saya rasa apa yang diucapkan agan gakbrenti dari kaskus.us adalah benar dan logis. Saya sempat menghadiri grand seminar IEC 2011, yang salah satu sumbernya adalah Oom Ananda Siregar (empunya Blitzmegaplex), bila beliau adalah orang korup seperti group 21, tentunya akan dapat dikenali dari background beliau, attitude beliau dan tentu saja temen-temen kabinet tidak akan mengundang beliau menjadi pembicara. (ya eyalah ngapain ngundang koruptor jadi pembicara?)

Bila teman2 merasa informasi ini berguna, tolong sebarkan siapa tahu masih banyak teman kita disana yang belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

Akhir kata, maafkan saya bila terdapat penggunaan kata2 yang tidak tepat, saya masih belajar untuk menulis dengan baik, dan jangan lupa Correct Me If I’m Wrong..

Salam,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: