Technopreneur, Sebuah Mimpi

11 Feb

Sebagai seorang mahasiswa, tentunya gue harus mempunyai visi, ke mana kah akan gue bawa diri gue & akan menjadi sosok seperti apa diri gue setelah lulus kuliah?

Kembali seperti saat gue ingin menghadapi SNMPTN dulu, gue mengahadapi berbagai pilihan, tentunya pilihan ini memang lebih sedikit dibanding memilih jurusan-jurusan mana yang akan gue ambil dari semua PTN saat SNMPTN dulu. Kali ini gue hanya menghadapi 3 pilihan:

  1. Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu S2, atau bahkan sampai S3?
  2. Bekerja pada sebuah perusahaan, entah nanti nya akan menjadi seorang ahli dibidang yang gue ambil saat kuliah, atau bekerja lintas jurusan?
  3. Menjadi seorang entrepreneur atau technopreneur? yang pastinya bukan  akan hanya mensejahterakan diri gue sendiri, tapi juga banyak orang, dengan membuka lapangan pekerjaan, tentunya.

Tiga pilihan ini memang terlihat sedikit, tapi tentunya amat sulit untuk gue putuskan mana yang harus gue pilih dalam waktu sekejap. Visi yang akan gue pilih, jelas bukan hanya berupa wacana atau hanya sekedar impian belaka, tapi dari visi yang gue pilih ini, gue harus sadar harus seperti apakah persiapan gue? , harus seperti apakah realisasi yang akan gue lakukan? , harus seperti apakah gue mengembangkan visi gue? , dan lain-lainnya, intinya gue harus melakukan misi-misi untuk mencapai visi gue…

Semua berawal dari awal semester 2 ini, gue udah merasakan lika-liku kampus selama 1 semester, bagaimana dengan akademik kampus nya, bagaimana dengan atmosphere berbagai unit kegiatan mahasiswa ataupun semua himpunan-himpunannya, bagaimana dengan mengatur waktu setepat mungkin untuk balance antara akademik dengan unit kegiatan mahasiswa, dll nya.. Sebuah pikiran yang timbul secara tiba-tiba, “gue harus mengubah diri gue” , pikiran yang mengajak gue untuk bagaimana gue harus bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya semua fasilitas yang ada, baik itu fasilitas akademik maupun non akademik, bagaimana gue bisa sukses di kedua nya baik akademik, maupun non akademik, sukses menggapai prestasi.

Waktu berputar, mengingatkan kembali saat gue memutuskan untuk mengikuti berbagai seminar-seminar yang ada di kampus, untuk menambah wawasan dan jaringan. Seminar proficio awards 2011 yang bertema kan “Keterbatasan bukan alasan untuk tidak berkarya” , sangat menginspire gue banget, dengan pembicara Bapak Ridwan Kamil, pemenang International Architect awards, juga sebagai dosen di prodi Arsitek ITB, beliau memberikan pelajaran yang amat sangat mendalam, bahwa keterbatasan itu bukan lah alasan untuk berkarya, melainkan sebuah tantangan, sebuah tantangan untuk terus melakukan kolaborasi lintas jurusan tanpa batas, terus berkarya demi bermanfaat untuk sesama, idealnya sebuah karya tidaklah harus muluk-muluk, tidak harus besar, melainkan kecil, tapi banyak seperti koin-koin yang nantinya akan terkumpul dan bernilai besar.

Waktu masih terus berputar, sampai saat gue mengikuti seminar Mfest 2011 tentang Technopreneurship, bertemu dengan pembicara-pembicara yang tidak kalah hebatnya, pembicara-pembicara yang merupakan alumni se-almamater yang telah sukses di dunia technopreneurship nya. Kembali menginspire gue, menginspire untuk berkarya di bidang technopreneurship. Kembali mendapatkan berbagai pelajaran tentang, lagi-lagi kolaborasi lintas jurusan, pelajaran tentang sebuah niat yang harus diwujudkan dengan perjuangan keras, pelajaran tentang bagaimana mendapatkan koneksi yang luas dengan angel-angelnya, pelajaran-pelajaran tentang bagaimana menjadi seorang technopreneurship. Hari itu, kembali meluap-luap semangat untuk terus dan terus berkarya.

Lalu apa yang terjadi setelah seminar-seminar tersebut berlalu? Sebuah semangat motivasi yang membara dalam diri, tapi belum mendapatkan pencerahan bagaimana untuk merealisasikan semangat tersebut. Tertanggal 11 Februari 2011, hari ini, hari di mana sebuah perkumpulan mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk bergerak dalam dunia per techopreneursip an, sebuah unit yang bernama Techno Enterpreneur Club (TEC), mengadakan pertemuan perdana nya dengan anggota-anggota barunya, di mana gue menjadi salah satu bagian dari anggota baru tersebut, telah memberikan sebuah pencerahan bagi gue, pencerahan bagaimana melakukan realisasi atas mimpi yang baru gue bangun, pencerahan bahwa gue akan mendapatkan berbagai pelajaran di unit ini untuk merealisasikan sebuah mimpi technopreneurship, pencerahan bahwa Indonesia, akan sukses pula seiring dengan kemajuan dunia perindustriannya, sukses apabila Indonesia dapat mengembangkan sumberdaya nya yang melimpah, yang dimana diperlukan berbagai ahli, dan tentunya seorang enterpreneur pula.

Berawal dari hari ini, saya telah memutuskan sebuah mimpi yang akan saya ambil! Mimpi untuk menerapkan skill yang nanti akan didapat di jurusan Teknik Industri! Mimpi untuk membangun diri menjadi seorang enterpreneur ataupun technopreneur! Mimpi untuk melakukan sesuatu yang berguna kelak nantinya bukan hanya untuk pribadi sendiri, melainkan pula untuk banyak lain pribadi! Sebuah mimpi, mimpi dari pilihan ketiga telah saya putuskan hari ini! “Menjadi seorang Technopreneur!!!” , itulah akhir goresan saya ini.

source: trak.in

 

Bandung, 11 Februari 2011

Sangga Placenta Avrianza

Fakultas Teknologi Industri’ 10

Institut Teknologi Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: