Archive | December, 2010

Tahun 2011 Nilai Raport Bisa Jadi Tiket Lulus Ujian

7 Dec

TEMPO Interaktif, Jombang– Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh mengatakan, Sistem Ujian Akhir Nasional yang baru akan memperhitungkan nilai rapor kelas di bawahnya . ” Kalau sebelumnya Ujian Nasional jadi satu- satunya syarat kelulusan , tahun depan tidak. Hasil ujian kelas juga dipakai mengukur
kelulusan” kata Muhammad Nuh di Jombang , Selasa 7 Desember 2010 .

Mendiknas mengingatkan , falsafah ujian nasional ke depan adalah komprehensif plus dan prinsip kontinuitas. Komprehensif menentukan kelulusan siswa . Adapun Departemen Pendidikan akan merangkul seluruh kompetensi dan prestasi siswa yang diajarkan disekolah; afektif, kognitif, dan psikomotorik mulai kelas satu hingga tiga, untuk tingkat SMP dan SMA.

” Adapun kontinyuitas berarti memperhatikan hasil ujian dari jenjang di bawahnya , karena jenjang itu saling berkaitan” ujarnya . Karena itu , menurut Mendiknas, Diknas akan meredesain ulang Ujian Nasional tahun depan. Jika sebelumnya hanya mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional yang jadi prasyarat kelulusan, maka dalam sistem yang baru itu diusulkan seluruh mata pelajaran juga turut jadi pertimbangan . Draft sistem baru ujian itu akan diajukan ke DPR, sebelum 13 Desember .

Mendiknas mencontohkan , dalam menentukan kelulusan siswa, rata -rata sekolah yang statusnya akreditasi A, B , hingga C memberi nilai 7 dan 8 kepada siswanya. Tidak pernah ada sekolah yang memberi nilai
5 dan 6 .”Kalau seperti itu bagaimana cara membedakan siswa baik dan tidak , susah ,” terangnya . Karena itu , dalam penentuan kelulusan , Diknas akan menggabungkan antara prestasi selama siswa studi
dengan mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional .
Prestasi siswa dan hasil UNAS akan digabung , kemudian masing- masing diberi bobot nilai.

Prosentase nilai dari masing- masing dua intrumen
itulah yang akan dijadikan tolak ukur kelulusan . Sekolah
nanti juga akan dilibatkan dengan cara koordinasi
mengenai penilaian siswa.

MUHAMMAD TAUFIK

Advertisements

Tiga Mahasiswa ITB Raih Award dalam Ajang TICA 2010

2 Dec

BANDUNG, itb.ac.id- Tiga Mahasiswa ITB raih award dalam ajang Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA) 2010. TICA merupakan kompetisi riset dan teknologi yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Tokodai (PPI Tokodai), yakni perkumpulan mahasiswa Indonesia yang saat ini menempuh studi di Tokyo Institute of Technology. Kompetisi ini sebagai bentuk kepedulian PPI Tokodai pada dunia penelitian dan pendidikan di Indonesia.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nur Ahmadi, Teknik Elektro 2006, Oka Mahendra, Teknik Material 2005, dan Mohammad Ikhsan, Teknik Elektro 2007. Nur berhasil meraih Golden Award Winner karena proposal risetnya termasuk tiga terbaik, serta Oka dan Ikhsan memperoleh Finalist Award Winner dengan menjadi sepuluh terbaik atas proposal penelitian yang mereka ajukan.

Inovasi Anak Negeri

Dalam proposal riset yang berjudul, Implementation of Assertion Based Verification Method on Time Processing Unit (TPU) module of WiMAX Chipset, Nur membahas mengenai pembuatan chip WiMAX dengan metode verifikasi tertentu. Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) sendiri adalah teknologi akses nirkabel yang memiliki jangkauan luas serta kecepatan tinggi.

“WiMAX serupa dengan Wi-Fi yang umum dijumpai saat ini tetapi lebih unggul dalam jangkauan dan kecepatan aksesnya,” jelas Nur. Indonesia selalu mengalami pertumbuhan user lebih dari 100 % setiap tahunnya sehingga sangat potensial untuk mulai meningkatkan kualitas akses internet di Indonesia, ungkap Nur.

Sementara Oka Mahendra membuat proposal riset dengan judul Alumina-Supported ZSM-5 Thick Film Using Coal Fly Ash Precursor with Hydrothermal Method. Ia menjabarkan penggunaan limbah hasil pembakaran batu bara untuk membentuk kristal zeolite ZSM-5.

“Kristal tersebut pada akhirnya bisa diaplikasikan menjadi permukaan membran untuk penyaring air juga untuk memecah hidrokarbon jadi minyak,” jelas Menteri Pengabdian Masyarakat Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB periode 2008-2009 ini.  Kemungkinan untuk mencegah bakteri dan virus juga ada hanya saja belum dilakukan penelitian lebih lanjut, ujar Oka. Selanjutnya proposal penelitian Development of an Interactive Touch Table that Supports Multi-person Data Interaction karya Ikhsan dan Amril Hidayat, Teknik Elektro 2007, semakin menambah daftar inovasi anak negeri yang tersampaikan melalui TICA.

Pada Senin (1/11/10), Panitia TICA telah memberikan penghargaan kepada sepuluh proposal riset terbaik di ITB dengan tiga pemenang Golden Award Winner berasal dari ITB, UGM, dan ITS. Mereka berharap kegiatan ini mampu memicu semangat penelitian mahasiswa di Indonesia untuk menjadi Indonesia yang lebih maju.