Ini Indonesia! (bukan tempat lain, bukan negara lain)

15 Apr

Hongkong? Tidak, ini Indonesia (Thamrin, Jakarta)

Spanyol? Tidak, ini Indonesia (Lapangan Benteng, Jakarta)

Shanghai, China? Tidak, ini Indonesia (Mangga Dua, Jakarta)

Sydney, Australia? Tidak, ini Indonesia (Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar)

New Zealand? Tidak, ini Indonesia (Komodo Island)

Monaco? Tidak, ini Indonesia (Bukanen)

Africa? Tidak, ini Indonesia (Gunung Kidung)

Gaza? Tidak, ini Indonesia (Medan)

Singapore? Tidak, ini Indonesia (Surabaya)

US Highway? Tidak, ini Indonesia (Jembatan Suramadu)

Halong bay Vietnam? Tidak, ini Indonesia (Raja Ampat)

Mali? Africa? Tidak, ini Indonesia (Papua, Irian Jaya)

Amerika Selatan? Tidak, ini Indonesia (Gunung Bromo)

Carribean? Tidak, ini Indonesia (Lombok)

Arab? Tidak, ini Indonesia (Aceh)

Maldives? Tidak, ini Indonesia (Bunaken)

Thailand? Tidak, ini Indonesia (Candi Prambanan)

Jepang? Tidak, ini Indonesia (Medan cosplayer)

Australia? Tidak, ini Indonesia (Ciwalk Mall, Bandung)

Jepang? Tidak, ini Indonesia (Kampus Institut Teknologi Bandung)

Amerika Selatan? Tidak, ini Indonesia (Situ Patenggang, Jawa Barat)

Singapore? Tidak, ini Indonesia (Gedung Perpus Pusat Kampus UI, Depok)

Vietnam? Tidak, ini Indonesia (Puncak, Bogor)

Meksiko? Tidak, ini Indonesia (Arah Tol Cikampek)

di dalam bus Jepang? Tidak, ini bus Transjakarta (Jakarta)

Jepang? Tidak, ini Indonesia (Waduk Darma, Kuningan Jawa Barat)

Korea? Tidak, ini Indonesia (Tol Cipularang Jawa Barat)

Foto diperoleh dari berbagai sumber

Arradi Nur Rizal

Dionisius Sundoro

Sangga Placenta Avrianza

Sitia Gamawati

Tags: , , ,

Surat si Fakir Untuk Tuan Presiden

15 Apr

Tuan Presiden,

Sesungguhnya saya si Fakir yang hina dina ini tak mau peduli dengan apapun yang tuan lakukan. Tuan mau reshuffle kabinet hingga seratus kali sekalipun tetap tak ada pengaruhnya terhadap saya. Atau, tuan mau membiarkan para koruptor berkeliaran semau gue tetap saja tidak ada pengaruhnya juga bagi saya. Bahkan, mungkin juga tak ada pengaruhnya juga buat sekian ratus juta rakyat Indonesia.

Terlebih lagi sayapun tidak mau ambil peduli dengan segala macam hal-hal yang berhubungan dengan tata cara tuan menyelenggarakan negara. Namun, saya sebagai Warga Negara Indonesia sangat kecewa bahkan sangat jengkel dan marah kepada tuan. Ketika tuan mengabaikan kepentingan dan harkat hidup serta martabat anak-anak bangsa dalam hal;

Mendapatkan kesempatan mengenyam Pendidikan yang layak bagi anak-anak petani, nelayan, buruh pabrik, dan anak-anak pemulung dlsbnya; Bagaimana dengan kemiskinan yang masih merata?

Membiarkan sawah-sawah petani terbengkalai (banyak persoalan krusial yang menyertai dalam kasus ini) termasuk juga membiarkan harga pupuk di monopoli dan dikendalikan oleh pelaku kekuatan ekonomi borjuis kapital. Yang inikah dimaksudkan oleh wakil tuan yang terhormat itu penyeragaman neolib?

Membiarkan harga SEMBAKO melambung-lambung semau gue.

Membiarkan masuknya garam produk asing masuk ke negeri ini. Sungguh, ini aneh tuan. Negeri yang dikelilingi oleh laut yang maha luas yang nota bene sebagai ‘pabrik’ garam alamiah khoq malah mengimpor garam.

Membiarkan wilayah perbatasan (hak otoritas teritorial) bangsa ini dicaplok dengan cara yang culas oleh negeri tetangga.

Tuan Presiden,

Menurut guru IPS Sekolah Dasar saya bahwa negeri ini luas daratannya 1.922.570 km2 dan luas perairan lautnya mencapai 3.257.483 km2 (belum termasuk perairan ZEE). Kata guru IPS saya lagi bahwa jika ditambahkan dengan ZEE, maka total luas perairan negeri ini sekitar 7,9 juta km2 dan atau 81% dari luas keseluruhan negeri ini.

Tuan, apakah artinya itu?

Ya artinya negeri kita ini adalah negeri maritim. Nah, jika negeri ini adalah negeri maritim. Lantas, kenapa tuan sangat memrioritaskan industri-industri wilayah daratan? Oke, katakanlah bahwa tuan sangat peduli dengan pengembangan industri wilayah daratan (tambang, hutan, pabrik, teknologi industri dlsbnya); lantas, kenapa negeri ini ekonominya semakin terpuruk tuan? Berhentilah membiarkan pengeksplotasian secara membabibuta potensi Sumber Daya Alam yang tak terbaharukan di negeri ini.

Oke, saya lanjut lagi tuan. Jika memang tuan sangat peduli dengan pengembangan dan pengolahan wilayah daratan. Lantas, kenapa tuan terkesan keder dan tak mau ambil peduli ketika negeri tetangga yang bernama si malaysia itu mencaplok tanah negeri ini yang didapatkan dari hasil perjuangan dan aliran tetesan sekian juta liter darah anak bangsa? Kenapa! Kenapa tuan?

Tuan Presiden,

Saya si Fakir yang hina dina ini sangat gelisah dengan sifat ambigumu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pemberdayaan potensi sumber daya alam. Sungguh, saya tidak habis fikir, apa yang sesungguhnya terlintas dalam fikiran Anda tentang negeri ini Tuan? Sebagaimana kata guru IPS saya. Tuan khan sudah sangat tahu bahwa negeri ini adalah negeri maritim. Kenapa pula tuan tidak berdayakan secara optimal potensi sumber daya kelautannya? Apakah yang tuan maksudkan memberdayakan potensi sumber daya kelautan negeri ini adalah mengadakan event pariwisata? Jika itu yang tuan maksudkan maka saya sebagai si fakir akan berhenti pada TITIK NOL hanya untuk sekadar tertawa terbahak-bahak sambil meringis perih. Jika memang benar seperti itu yang tuan maksudkan.

Tuan, berhentilah memelihara dan membiarkan kaum borjuis kapitalisme yang berlindung dibalik topeng neo-liberalisme menjajah negeri ini. Tuan juga wajib dan harus menghentikan secara paksa para pelaku-pelaku pemangsa uang rakyat yang bernama KORUPTOR pada sebuah lembaga peradilan yang bersih dan berwibawa. Mereka ada diberbagai lingkaran kekuasaanmu tuan. Kenapa tuan tidak mewaspadai hal ini?

Tuan, ada satu hal yang sangat berbahaya di negeri ini dan kelihatannya tuan tidak mau ambil peduli. Yakni, ketika tuan tidak menyadari bahwa di negeri ini telah lahir sekian banyak bayi-bayi Harimau, Ular Sanca serta bayi-bayi Serigala dan kawan-kawannya. Atau, jangan-jangan tuan memang sudah tahu keberadaan bayi-bayi liar itu? Jika tuan sudah tahu, kenapa pula tuan membiarkan mereka melekat pada dinding-dinding istanamu tuan? Apakah ini bagian dari desain besarmu dalam menyongsong 2014 tuan?

Tuan Presiden,

Saya sebagai si Fakir yang hina dina ini adalah Warga Negara yang menanamkan dalam dada saya secara utuh Pancasila dan UUD’45. menyampaikan kepadamu wahai Tuan Presiden;

“Sudahilah berbagai macam politisasi pencitraan sebagaimana yang sering tuan lakukan selama ini. Negeri ini sangat membutuhkan tangan-tangan yang bersih dan berwibawa dalam rangka membawa negeri ini kepanggung Internasional untuk menjadi bangsa yang dihormati dan disegani diberbagai lini dalam berbangsa dan bernegara. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh 2 orang pejantan negeri ini sebelumnya yakni; Bung KARNO dan Pak HARTO!”

Tuan Presiden yang saya hormati. Dengan segala kerendahan hati seorang Fakir, saya akhiri surat saya ini dengan satu pesan “Rahasia Hati” buat Anda;

“Bersegera dirilah kembali kelaut sebelum matahari merasa menyesal terbit dari arah barat dan terbenam di ufuk timur”

Salam,

Dari seorang Fakir yang hina dina di Serambi Sentul

Dipublikasikan ulang dari:

http://fiksi.kompasiana.com/drama/2011/10/20/surat-si-fakir-buat-tuan-presidennya/

Gambar:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

http://images.kompas.com/photos/view/65562

via Surat si Fakir Untuk Tuan Presiden.

Tags:

Game yang menghina Islam, waspada! – Arrahmah.com

15 Apr

(Arrahmah.com) – Orang-orang kafir, tak henti-hentinya membuat makar untuk melawan dan berusaha menyesatkan kaum Muslimin dengan berbagai cara. Dari perang fisik, ekonomi, politik, sosial, budaya, bahkan sampai hal-hal yang kecil seperti sepatu atau sandal. Saudara-saudara mungkin telah mengetahui beberapa produk sepatu atau sandal telah memasang logo yang menghina Allah. Hingga kini, sepatu atau sandal ber-merk Crocs buatan Yahudi-Zionis kian menyebar. Namun kali ini kita tidak akan membahas sepatu atau sandal yang berlogokan mirip lafadz Allah, tetapi yang akan dibahas kali ini adalah game yang menghina Islam.

Game adalah salah satu hiburan yang sangatdigemari orang , apalagi remaja dan anak-anak. Tetapi tanpa kita sadari, lewat permainan game tersebut kita telah di jajah oleh orang kafir. Dijajah dalam hal waktu, yang bisa membuat kita lupa sholat, dijajah dalam hal keimanan melalui game. Sebagai umat Islam kita wajib mengetahuinya.

Orang-orang kafir secara tidak langsung menghipnotis kita, agar kita tertarik dengan apa yang kita mainkan, dan lama-kelamaan kita menggilainya, bahkan merasa bahwa apa yang dimainkan tersebut adalah nyata. Berikut ini ada beberapa game yang mungkin secara sengaja atau tidak telah menghina islam. Ironisnya, game-game berikut ini  justru game yang digandrungi remaja dan anak-anak Muslim.

DEVIL MY CRY 3

Secara garis besar game ini menceritakan seseorang yang bertugas untuk menentang setan , dan caranya adalah dengan memasuki sarang setan yang terdiri dari 12 pintu.

Pintu pada gambar di atas adalah jalan menuju alam setan. pertama kali  pintu itu terlihat biasa saja, tidak ada yang aneh. Namun bandingkan dengan gambar di bawah ini.

Pintu Ka’bah

Dengan sengaja pintu dalam game ini dibuat persis menyerupai pintu ka’bah. dengan maksud, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghina kita semua umat islam, karena telah menyembah sarang setan (ka’bah).

Selain itu, terlihat lafadz Allah pada ukiran pintu di game ini. Hal ini jelas-jelas menghina Allah yang berarti menghina Islam!

CLIVE BARKER UNDYING

Clive Barker Undying adalah game garapan EA Games. Game ini mengisahkan perlawanan terhadap setan. dan letak penghinaannya adalah di saat memasuki istana setan, terdapat lafadz Allah di dindingnya.

Gambar diatas merupakan gambar istana setan. Dengan jelas terpampang tulisan arab dan Lafadz Allah. Nauzubillah… ini seolah-olah mengatakan bahwa siapa saja yang menyembah Allah adalah sekutu setan.

GUITAR HERO 3

Game Guitar Hero 3, kabarnya game ini membuat orang yang memainkannya menjadi mabuk, seolah-olah merasakan lantunan lagu dan jingkrak-jingkrak seperti yang di game,tanpa mereka sadari.Game ini menghina islam dengan Telak dan Jelas. Terlihat lafadz ALLAH di lantai di dalam game ini.

Lafadz ALLAH dengan jelas terpampang dilantai panggung dan di injak-injak. Sementara terlihat latar belakang panggung adalah simbol-simbol setan. Na’uzubillah.

RESIDENT EVIL 4

Game yang bisa dibilang seru dan digemari remaja ini juga merupakan salah satu game yang menghina Islam.  Di dalam Game ini diceritakan seorang yang bertugas mengemban misi menyelamatkan dunia dari ancaman zombie (mayat hidup) dan zombie disini adalah dikategorikan jahat dan wajib di bunuh. Unsur penghinaannya sebenarnya sudah ada sejak pertama kali main, tapi yang sangat Jelas adakah saat Leon memasuki Sarang Zombie .

Pintu tersebut terdapat simbol Iluminati dan pintu tersebut dibuat persis dengan pintu rumah Umar Bin Khattab di gerbang masuk Masjid Nabawi.

Lambang asli iluminati pada pintu dalam game Resident Evil 4

Pintu Umar bin Khattab di Masjid Nabawi

Gabungan dan Unsur penghinaannya

Gabungan dan Unsur penghinaannya adalah gambar kaligrafi dari pintu Umar bin khattab tersebut dibuat sama persis tanpa mengubah tulisan Kaligrafi yang Berlafadz Nabi Muhammad dan di tindih dengan lambang iluminati, Nauzubillah. Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sarang zombi , berpintu dengan lafadz Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, jadi maksudnya, kita semua umat islam pengikut Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam digambarkan sebagai zombie yang wajib dimusnahkan dari muka bumi??!!

Demikian adalah beberapa game yang jelas-jelas sengaja menghina Islam dan Umat Islam. Mungkinkah kebetulan? tidak ada yang kebetulan. Orang-orang kafir senantiasa membuat makar untuk memadamkan cahaya Allah.

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. (QS. Ash-Shaff [61] : 7-8)

info game: Zilzaal blogspot

(siraaj/arrahmah.com)

via Game yang menghina Islam, waspada! – Arrahmah.com.

Tags:

Invitation to Film Screening: The Age of Stupid (2009)

12 Apr
Setelah debut screening yang pertama Jumat lalu (30 Maret) dengan film dokumenter ”Revenge of the Electric Car” maka Jumat yang akan datang ini kami, FridayNight@TheMovie, mengundang anda dalam screening film yang kedua: 

“The Age of Stupid” (2009)
Film ini kami pilih karena relevansi dengan issue “bahan bakar” yang lagi hangat, dan terutama sehubungan dengan thema dunia bulan ini, “Earth Day” (21 Maret – 22 April) — dengan melihat dampak dari aktivitas kita manusia (anthropogenic) pada bumi, planet biru yang menjadi rumah kita ini.
Film yang disutradarai oleh Franny Armstrong (British director) ini merupakan perpaduan antara antara documentary-drama (docudrama) dengan animation yang dinarasikan oleh Pete Postlethwaite. Aktor ini memerankan survival dari generasi kita, yang melihat kembali kejadian yang mengawali kondisi bumi dan penghuninya di tahun 2055, melalui arsip video sejak awal 2000-an. Pertanyaan yang mengganggu benak dia …

“What frame of mind were we in to face extinction and simply shrug it off ?”


Film dengan shooting location di New Orleans (USA), Jordan, India, Nigeria, France dan U.K. ini begitu “powerful” (and mind-changing) sampai-sampai parlemen E.U., Dutch, British dan bahkan United Nation minta ijin untuk screening bersama anggotanya. Informasi lebih lanjut bisa di google di wiki atau imdb –for I don’t want to spoil the fun — silahkan datang di ComLabs dan menyaksikannya sendiri [discussion follows].


“We wouldn’t be the first life-form to wipe itself out, but,
what would be unique about us is that we did it knowingly.”

 

Acara ini GRATIS!

 

 

Lokasi    : Ruang ComLabs USDI ITB

 

 

Tanggal : Jumat, 13 April 2012

 

 

Pukul     : 06.30 PM (18.30 WIB)

 

 

Untuk pendaftaran :

 

 

Ketik : Daftar_Nama_Mahasiswa/Pelajar/Umum_No HP_The Age Of Stupid

 

 

Kirim ke : danial@comlabs.itb.ac.id cc: sobari@comlabs.itb.ac.id

 

 

 

Info Lengkap :

 

FO ComLabs USDI ITB

 

 

(022) 4254080/81

 

 

Tags:

DUNIA JURNALISTIK, APA SIH? – PEKAN MEDIA DAN JURNALISTIK ITB 2012

29 Feb

Hari Minggu kemarin tepatnya tanggal 25 Februari 2012, KM ITB dan HIMASITH Nymphaea menyelenggarakan acara Pekan Media & Jurnalistik ITB 2012 di Auditorium IPTEKS CC Timur ITB. Pada pekan media & jurnalistik ini diselenggarakan dua acara workshop, yaitu workshop jurnalistik dan workshop multimedia. Workshop ini dihadiri oleh 100 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan seluruh himpunan mahasiswa jurusan di ITB, civitas akademika ITB,  maupun masyarakat umum.

Terdapat 3 sesi dalam acara workshop pekan media & jurnalistik ini. Sesi pertama adalah sesi sharing-sharing mengenai topik “Jurnalisme Dasar” dengan pembicara Mas Alex dari Kompas TV. Pada sesi ini mas Alex berbagi ilmu mengenai apa itu jurnalistik -adalah pengumpulan, pemilahan, verifikasi, pengemasan, penyiraran informasi kepada masyarakat-, serta berbagi pengalaman mengenai dunia jurnalistik yang telah mas Alex geluti; mengenai bagaimana jurnalistik dapat menjadi sebuah media pencerdesan, bagaimana seorang jurnalistik harus memegang kode etiknya, bagaimana kiat-kiat menjadi seorang best practice dalam dunia jurnalisme, dan masih banyak lagi.

Sesi kedua diisi oleh mas Firman Firdaus, seorang editor senior majalah National Geographic Indonesia. Kali ini mas Firman memberi kiat-kiat mengenai bagaimana menulis sebuah karya agar dapat menjadi karya ilmiah yang populer dengan kemasan yang menarik. Mas Firman mengatakan sebuah sains populer adalah sebuah tulisan biasanya berupa artikel untuk menyebarkan informasi yang ditunjukkan bukan untuk pakar terkait, melainkan untuk masyarakat. Metode menulis pun perlu diperhatikan seperti penentuan topik, penulisan judul yang baik, cara penyajian angka agar lebih mudah di baca oleh pembaca dalam penulisan artikel ilmiah, proporsi visual dengan teks di dalam artikel, dan lain-lain. Sedikit mengutip resep sukses dalam menulis yang ampuh dari mas Firman: MENULIS, MENULIS, DAN MENULIS! Teruslah berlatih menulis.

Acara terakhir pada pekan media dan jurnalistik ini adalah pelatihan mendesain layout majalah dengan Adobe InDesign. Pada workshop kali ini, seluruh peserta ditraining langsung mendesain layout majalah oleh Kang Panji, TG’06. Kang Panji sendiri adalah seorang layouter di majalah energi. Pada workshop ini peserta sangat antusias. Pemilihan warna majalah, tata letak gambar dan proporsinya dengan teks yang ada di layout ternyata menjadi kunci mendesain sebuah majalah.

Selain KM-ITB dan Nymphaea, berbagai himpunan lain pun turut mendukung keberjalanan acara ini antara lain MTI ITB, HIMA TG “TERRA”, HIMAFI, HMTL, HMS. Dengan adanya pekan media & jurnalistik ini, diharapkan mahasiswa ITB maupun masyarakat umum dapat ikut berkiprah dalam dunia jurnalistik, dengan mengemas jurnalistik itu sendiri sebagai sebuah media yang menarik sebagai sumber informasi. Yah, semoga dengan adanya acara ini media jurnalistik di kampus ITB nantinya lebih maju lagi, begitu juga dengan tulisan-tulisan karya ilmiah civitasnya, lebih mendunia & semakin populer! (Sangga Placenta Avrianza, 13410079) – artikel untuk diterbitkan di MTI Lite edisi dwiminggu awal Maret 2012.

Berikut saya lampirkan mindmap dari workshop tersebut. Maaf kalau tulisan tangan saya jelek :p

Tags: , ,

Surat untuk Presiden oleh Acep Iwan Saidi Ketua Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB

25 Feb

Acep Iwan Saidi

Selamat malam, Pak Presiden! Dari Daniel Sparringa, salah seorang staf Anda, yang berbicara pada acara Soegeng Sarjadi Syndicate di TVRI—maaf lupa tanggal tayangnya—saya mendapat informasi bahwa Anda sering bangun malam. Katanya lagi, Anda membaca dan merenung, memikirkan berbagai permasalahan bangsa yang kian hari kian jelimet, kian ruwet.

Oleh karena itu, saya alamatkan surat ini kepada Anda yang begitu ”mengakrabi malam”. Saya pun menulisnya dalam larut, sehari setelah menyaksikan kesaksian Angelina Sondakh untuk kasus yang kita semua sudah tahu belaka itu.

Angie yang cantik, kita juga tahu, adalah salah satu pejabat tinggi di partai yang Bapak bina. Artinya, langsung atau tidak, Angie adalah binaan Anda.

Pak Presiden, sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa pada pemilihan presiden tahun 2004, saya adalah salah seorang yang memilih Anda.

Tentu saja, sebagai orang yang merasa diri intelektual, saya tidak sembarang memilih. Sebelum menentukan pilihan, saya merasa wajib untuk melakukan ”riset kecil-kecilan”, mulai dari menelusuri kehidupan masa kecil hingga perilaku paling mutakhir para calon presiden saat itu.

Pilihan saya jatuh kepada Anda karena pada waktu itu Anda mengingatkan saya pada sosok Arok dalam roman Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer.

Tentang Arok

Dengarlah apa yang dicatat Pram tentang Arok melalui mulut tokoh Dang Hyang Lohgawe berikut ini. ”Dengan api Hyang Bathara Guru dalam dadamu, dengan ketajaman parasyu Hyang Ganesya, dengan keperkasaan Hyang Durga Mahisa suramardini, kaulah Arok, kaulah pembangun ajaran, pembangun negeri sekaligus. Dengarkan kalian semua, sejak detik ini, dalam kesaksian Hyang Bathara Guru yang berpadu dalam Brahma, Syiwa, dan Wisynu dengan semua syaktinya, aku turunkan pada anak ini nama yang akan membawanya pada kenyataan sebagai bagian dari cakrawati. Kenyataan itu kini masih membara dalam dirimu. Arok namamu” (1999: 53).

Demikianlah, Pak Presiden, imajinasi saya tentang Anda kala itu. Namun, dalam perjalanannya, perlahan-lahan imajinasi tersebut pupus. Entah karena apa, dalam mata batin saya, gambaran tritunggal (Brahma, Syiwa, dan Wisynu) sirna dari diri Anda. Saya tidak lagi merasakan sorot mata Sudra, sikap Satria, dan esensi Brahmana.

Hingga hari ini, Anda memang sangat santun, tetapi kesantunan itu terasa tak memiliki aura. Memandang Anda—artinya mencoba mengerti dan menerima kepemimpinan Anda—saya seperti menatap sebuah potret dalam bingkai. Sebuah potret, tentu bukanlah realitas sebenarnya. Ia adalah realitas citra.

Barangkali tidak ada yang salah dengan Anda, Pak Presiden. Kekuasaan, dalam sejarah bangsa mana pun, memang memiliki karakter pengisap. Barangsiapa tidak mampu menaklukkannya, ia akan tersedot hingga ke rangka. Sirnanya tritunggal yang saya imajinasikan terdapat pada sosok Anda kiranya juga karena isapan gravitasi kuasa tersebut.

Matinya tritunggal sedemikian meniscayakan hidupnya kelemahan tak terelakkan pada diri Anda. Lihatlah, sayap Anda patah. Anda tidak mampu menjadi ”Garuda Yang Terbang Sendiri”—meminjam judul drama Sanoesi Pane. Ada semacam kekhawatiran pada diri Anda jika terbang sedemikian, yakni kecemasan untuk tidak bisa kembali hinggap pada takhta yang notabene mengisap Anda secara terus-menerus itu. Anda lebih suka diisap daripada menyedot habis daya kuasa. Anda dikuasai, bukan menguasai.

Itulah kiranya, disadari atau tidak, yang membuat Anda selalu terjaga saat larut seperti dikisahkan Sparringa. Tanpa keluh kesah kepada Sparringa, saya pikir tubuh Anda sendiri telah berbicara. Di balik baju kebesaran presiden, Anda tidak bisa mengelak kalau sorot mata Anda makin sayu, satu-dua keriput bertambah di wajah Anda. Jika saja Anda bukan presiden, barangkali sepanjang hari Anda akan tampak lusuh, layaknya seorang bapak yang capek memikirkan ulah anak-anaknya yang kelewat nakal. Wajah Anda tak lagi bersinar seperti sebelum jadi penguasa.

Gara-gara korupsi

Pemberantasan korupsi yang menjadi jargon partai binaan Anda, Pak Presiden, itulah yang saya pikir menambah satu-dua kerutan di wajah Anda tahun-tahun terakhir ini. Saya yakin Anda dan keluarga tidak melakukan tindakan kriminal tersebut, tetapi Anda terjebak dalam kepungan para bandit.

Kiranya Anda juga sang pemilik gagasan besar jargon pemberantasan korupsi tadi sehingga dengan sangat yakin Anda memasang badan di barisan paling depan pendekar pembunuh koruptor. Sayang, nyatanya Anda dikhianati. Anda jadi sandera di dalam jargon yang Anda gagas. Akibatnya, Anda menjadi sangat lemah. Anda tahu kepada siapa Anda mesti marah, tetapi Anda juga tahu hal itu tidak mungkin dilakukan. Ah, betapa menyakitkan hidup seperti itu.

Pak Presiden yang terhormat,

Malam semakin larut, tetapi kian gelap dan sunyi di luar, kian benderang hati kita di dalam. Drama Nazar dan Angie pastilah akan semakin jelas jika ditatap dalam suasana seperti ini.

Ketahuilah, penyelesaian kasus pelik yang menimpa mereka, juga banyak kasus lain, hanya bertumpu kepada Anda. Sekuat apa pun KPK, saya tidak yakin lembaga ini bisa menyelesaikannya. Anda mungkin tidak mengintervensi KPK dan penegak hukum dalam arti negatif, tetapi ketahuilah, tangan Anda bisa memanjang tanpa Anda ketahui, kekuasaan Anda bisa membengkak tanpa Anda sadari.

Ingatlah selalu bahwa Anda sedang terus-menerus dikhianati. Jadi, mohon keluarlah. Anda sudah mampu menguasai malam. Itu artinya Anda bisa menyongsong fajar saat semua makhluk sedang lelap. Ini kali saatnya Anda meradang, dan menerjang—meminjam sajak Chairil Anwar. Jadilah garuda agar kami menjadikan Anda lambang yang selamanya terpatri di dada.

Saya seorang dosen, Pak Presiden. Nyaris setiap hari saya membicarakan hal-hal ideal dengan mahasiswa. Kepada para mahasiswa saya selalu mengajarkan mimpi tentang Indonesia yang lebih baik di masa depan. Jadi, tolong saya, Pak Presiden, tolong bantu saya untuk menjadikan ajaran itu bukan ilusi, apalagi dusta.

Maka, jawablah permohonan ini dengan sebuah tindakan: bahwa besok pagi, saat fajar tuntas memintal malam, Anda akan menjadi presiden yang revolusioner. Atas apa pun yang bernama kuasa, jadikanlah diri Anda Arok, sang pembangun itu!

Acep Iwan Saidi Ketua Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB

(disalin dari sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012/02/23/0851542/Surat.untuk.Presiden)

Seminar Pengembangan Wawasan Industri (SPWI) 2012

22 Feb
Ikatan Mahasiswa Teknik Industri UI ( IMTI UI ) proudly presents : Seminar Pengembangan Wawasan Industri 2012 ( SPWI 2012 ) dengan tema Green Manufacturing for Industrial Improvement.
Hari & Tanggal  :  Sabtu, 25 Februari 2012
                         pukul 08.00-15.00 WIB
Tempat           :   Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta
Tiket              : Rp. 100.000 (mahasiswa)
                       Rp. 150.000 (umum)
(Sudah termasuk makan siang, coffee break, dan sertifikat)
Kami juga menyediakan transport yang berangkat pukul 07.00 dari Halte Teknik Universitas Indonesia.
Pendaftaran : Lobi K Fakultas Teknik UI (20-24 Februari 2012)
                    Online ticketing : www.spwi-ui.com /  CP: 087780844999

Informasi lebih lanjut hubungi Lala : 082113650405, follow @spwi2012 atau kunjungi www.spwi-ui.com

Tags:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,754 other followers